TABLE MANNER SYARIAH
Istilah table manner alias etiket makan, selama ini identik dengan acara jamuan makan resmi bergaya Barat. Sebenarnya tidak demikian. Etiket makan tidak hanya ada di negara-negara barat. Di negara lain seperti Jepang, Cina, termasuk di Indonesia pun, dikenal etiket makan.
Makan, adalah alat bantu komunikasi. Paham etiket di meja makan mempermudah kita dalam pergaulan. Dalam acara jamuan makan, tata cara makan atau table manner merupakan hal utama yang penting diperhatikan. Tata cara makan menunjukkan siapakah diri kita sebenarnya.
Tujuan mempelajari table manner
- Agar mudah bergaul
- Percaya diri/ terhindar dari rasa canggung atau malu
- Menghindari perilaku yang salah
- Menghindari pemandangan yang kurang baik
- Tidak mengganggu orang lain
- Menjalin keakraban
- Dapat menikmati suasana jamuan dengan nyaman
Jenis-jenis jamuan makan internasional
Dalam jamuan makan internasional dikenal enam jenis istilah makan.
Yakni coffee morning, brunch, lunch, teatime, cocktail, dan terakhir dinner
• Cofee morning diadakan pada pagi hari, pukul 10.00-12.00.
• Brunch alias breakfast lunch, diadakan antara waktu makan pagi hingga siang. Biasanya di atas jam sembilan, makanan disajikan prasmanan.
• Lunch diadakan mulai pukul 11.30-17.00.
• Teatime biasanya acara minum teh yang diadakan pukul 14.30-17.00.
• Sedangkan cocktail merupakan jamuan berdiri, yang diadakan sebelum makan malam. Yakni, antara pukul 18.00-19.00.
• Dinner. Yakni jamuan makan yang diadakan pada pukul 19.00.
Adab Menerima Undangan
1. Memberi konfirmasi / jawaban undangan
2. Datang tepat waktu
3. Tidak membawa teman / anak kecil untuk acara resmi
4. Berpakaian rapih, bersih dan sesuai dengan jenis acara
5. Duduk pada tempat yang telah disiapkan
6. Bukalah serbet makan dan letakkan diatas pangkuan
7. Makanlah setelah semua tami sudah mendapat hidangan
8. Letakkan tangan anda sebatas pergelangan tangan diatas meja
9. Tangan yang tidak digunakan diletakkan diatas pangkuan
10. Duduk dengan tegak (tidak membungkuk)
11. Gunakan alat makan sesuai dengan fungsinya
12. Bila tidak mengerti tanyakan pada pelayan / teman
13. Gunakan alat makan yang letaknya bagian luar lebih dahulu
14. Bawalah makanan dari piring ke mulut Artinya, Anda tidak dibenarkan untuk membungkukkan badan. Kunyah makanan dengan tenang, tidak berbunyi atau mengecap
15. Menelan makanan / minuman dengan tenang (jangan berbunyi)
16. Tidak berbicara bila masih ada makanan dalam mulut
17. Letakkan sendok, garpu dan pisau pada posisi jam empat untuk menyatakan selesai makan
18. Lipatlah serbet seadanya dan letakkan pada bagian kiri
19. Keluarlah dari sisi sebelah kanan kursi dan dahulukan orangtua / wanita pada saat meninggalkan tempat
20. Doronglah kursinya kembali, masukkan kebawah meja baru meninggalkan tempat
Tata Cara Makan (Eating etiquete)
- Roti dimakan dengan cara disobek, setelahnya baru dioles mentega.
- Ambillah (suaplah) hidangan sedikit, karena anda akan bercakap selama jamuan makan
- Katupkan mulut sewaktu makan
- Telanlah makanan yang ada di mulut sebelum anda menjawab pertanyaan atau memberi komentar
- Anda boleh meminta makanan yang jauh kepada kawan anda
- Jangan memberikan pertanyaan kepada kawan yang baru saja menyuap, juga kepada yang sedang mengedarkan makanan
- Jangan berkumur-kumur
- Perhatikan letak siku pada saat makan
- Tidak menggunakan jari untuk melepas makanan dari garpu
- Jangan menumpuk piring
- Tidak menggunakan tusuk gigi didepan tamu
Tata Cara Makan jamuan Perasmanan (Buffet)
a. Kendati buffet, hidangan tetap menuruti "hukum jamuan makan", yakni berurutan dari pembangkit selera, sup, hidangan utama, hingga hidangan penutup.
b. Mengambil hidangan step by step, sambil menjauhi meja prasmanan, karena ini memang standing party
c. Menikmati hidangan sambil berdiri, atau duduk di meja sekalipun, disarankan jangan mengambil makanan berlebihan. Karena suasana informal, disarankan menyambangi meja prasmanan berulang kali ketimbang menumpuk makanan di piring
d. Jangan mencampur segala hidangan, semisal appetizer, dessert, dan hidangan utama ke dalam satu piring.
e. Batasi nafsu makan Anda. Jangan berpikiran ingin menyantap semuanya, meskipun makanan yang disajikan amat memancing selera. Betapapun Anda harus dapat menjaga image.
Tabble Manner Syariah
Apa yang membedakan table manner internasional dengan table manner syariah? Salah satu perbedaaan yang cukup mencolok adalah pelayanan, penyajian, dan cara makan pada table manner syariah dilakukan dari sisi kanan
• Pada jamuan makan internasional, tamu akan memotong makanan terlebih dahulu dengan posisi pisau di sebelah kanan dan garpu di sisi kiri. Sementara pada etiket makan syariah, setelah tamu memotong makanannya, posisi pisau yang semula di tangan kanan, dipindah ke tangan kiri, sementara garpu di kanan. Setelah itu, baru makan dengan tangan kanan,
• Table manner syariah juga tidak menyediakan asbak. Artinya, tamu tidak diperkenankan untuk merokok. Dan yang terpenting, semua makanan dalam table manner syariah merupakan makanan halal. Jadi, jangan harap ada minuman beralkohol.
• Tata letak piranti makan pada table manner internasional yang mengadopsi etiket makan ala Barat. Hanya saja dalam table manner syariah, gelas hanya ada satu yaitu untuk air putih. Sedangkan pada table manner internasional, biasanya menyediakan tiga buah gelas
•Tata krama atau sopan santun juga berlaku di meja makan. Seperti apa tata krama makan yang berpedoman pada Al Quran dan hadis Rasulullah? Anda tentu sering mendengar istilah table manner, bukan? Benar sekali, table manner adalah etiket, tata krama atau sopan santun di meja makan.
Selama ini, table manner identik dengan jamuan resmi bergaya Barat. Padahal, etiket makan tak cuma ada di Barat. Negara-negara lain pun punya etiket makan masing-masing. Masyarakat Jepang, Cina, bahkan Indonesia pun memiliki tata krama tersendiri di meja makan. Lalu, bagaimana dengan tata krama makan yang sesuai dengan ajaran Islam? Nah, inilah yang tengah digali dan dikembangkan oleh tim khusus dari Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta. Dalam kaitan ini, belum lama berselang, Hotel Sofyan menggelar sebuah acara yang cukup langka yaitu pelatihan table manner syariah.
Sesuai namanya, table manner syariah berpedoman pada hadis Nabi Muhammad saw dan Al Quran. ''Sebagai Muslim, maka semua perilaku hidup kita diharapkan mengikuti sunah Rasul, dari bangun tidur hingga tidur kembali. Begitu juga dengan sikap ketika menyantap hidangan,'' kata Ahmadin, salah seorang manajer Hotel Sofyan. Tak cuma hadis Nabi, kitab suci Al Quran pun mengajarkan tata krama yang baik ketika bersantap. Hal itu secara jelas tertuang dalam Al Quran surat 2 ayat 168 yang artinya,''Hai manusia, makanlah makanan yang halal lagi baik yang terdapat di muka bumi ini secara baik-baik, dan tidak berlebihan''.
Apa yang tersurat dalam hadis Nabi dan Al Quran ini memunculkan ide sekaligus semangat pada tim khusus dari Hotel Sofyan untuk mengembangkan etiket makan yang berpedoman pada ajaran Islam, namun tetap mengikuti standar internasional. Mungkin Anda bertanya, apa yang membedakan table manner internasional dengan table manner syariah?
Salah satu perbedaaan yang cukup mencolok adalah pelayanan, penyajian, dan cara makan pada table manner syariah dilakukan dari sisi kanan. Jadi, pelayan yang hendak menghidangkan makanan harus melakukannya dari sebelah kanan tamu. Begitu pun saat menyantap hidangan. Pada jamuan makan internasional, tamu akan memotong makanan terlebih dahulu dengan posisi pisau di sebelah kanan dan garpu di sisi kiri. Sementara pada etiket makan syariah, setelah tamu memotong makanannya, posisi pisau yang semula di tangan kanan, dipindah ke tangan kiri, sementara garpu di kanan. ''Setelah itu, baru makan dengan tangan kanan,'' terang Zaenal Arifin, salah seorang anggota tim table manner syariah Hotel Sofyan.
Table manner syariah juga tidak menyediakan asbak. Artinya, tamu tidak diperkenankan untuk merokok. Dan yang terpenting, semua makanan dalam table manner syariah merupakan makanan halal. Jadi, jangan harap ada minuman beralkohol. Sementara porsi makanan yang disajikan, disesuaikan dengan standar yang sudah baku. Bagaimana dengan tata letak piranti makan yang digunakan pada table manner syariah? Ternyata, tak jauh berbeda dengan tata letak piranti makan pada table manner internasional yang mengadopsi etiket makan ala Barat. Hanya saja dalam table manner syariah, gelas hanya ada satu yaitu untuk air putih. Sedangkan pada table manner internasional, biasanya menyediakan tiga buah gelas. Satu untuk air putih, dan dua lainnya untuk minuman beralkohol.
Urutan penyajian
Seperti halnya table manner internasional, table manner syariah pun mengenal urut-urutan penyajian, dari makanan pembuka sampai hidangan penutup. Bedanya, jika pada jamuan makan internasional ada tujuh tahap penyajian, maka table manner syariah yang dikembangkan oleh Hotel Sofyan terdiri dari lima tahap. Sebagai gambaran untuk Anda, berikut ini adalah urut-urutan penyajian pada table manner syariah, dan contoh hidangannya.
* Pertama, disajikan roti dan mentega. Sebelum memakannya, potong-potong terlebih dahulu rotinya dengan pisau, lalu olesi dengan mentega. Ingat, untuk memakannya, gunakan garpu yang sebelumnya telah Anda pindahkan posisinya ke tangan kanan.
* Berikutnya dihidangkan salad. Untuk menyantapnya, Anda gunakan garpu kecil yang letaknya di bagian kanan paling luar. Biarkan salad itu menghampiri mulut Anda. Artinya, Anda tidak dibenarkan untuk membungkukkan badan. Hal ini juga berlaku ketika Anda menyantap hidangan apa saja. Pertahankan sikap tubuh yang tegak itu hingga jamuan makan usai.
* Sebelum sampai pada hidangan utama, Anda akan dipersilakan menikmati sop. Untuk menyantapkan, gunakan sendok besar yang ada di sebelah kanan, dan jangan lupa untuk selalu menggunakan tangan kanan.
* Tibalah saatnya menikmati makanan utama. Biasanya disajikan hidangan dari daging. Sebut saja misalnya steak. Untuk menyantap hidangan utama ini, Anda dianjurkan menggunakan garpu dan pisau besar. Bagaimana melakukannya? Pertama, potong-potong daging terlebih dahulu dengan posisi pisau di tangan kanan, dan garpu di tangan kiri. Di sini, garpu berfungsi untuk menekan makanan. Setelah daging terpotong-potong sesuai keinginan Anda, pindahkan posisi pisau ke tangan kiri dan garpu ke tangan kanan. Barulah, Anda menyantap hidangan utama dengan tangan kanan.
* Sebagai hidangan penutup, cocktail merupakan pilihan menu yang kerap dihidangkan. Nikmati cocktail menggunakan sendok kecil.
Mengenai urutan penyajian ini, Widadi, unit manager Hotel Sofyan yang menjadi salah satu pencetus ide table manner syariah mengatakan, urut-urutan penyajian ini bukan harga mati. ''Hal ini bisa disesuaikan dengan permintaan tamu, mau berapa kali makannya. Kecuali, untuk minuman beralkohol, hotel kami tidak menyediakan''.
* Berikutnya dihidangkan salad. Untuk menyantapnya, Anda gunakan garpu kecil yang letaknya di bagian kanan paling luar. Biarkan salad itu menghampiri mulut Anda. Artinya, Anda tidak dibenarkan untuk membungkukkan badan. Hal ini juga berlaku ketika Anda menyantap hidangan apa saja. Pertahankan sikap tubuh yang tegak itu hingga jamuan makan usai. Setelah makan salad, garpu sehabis digunakan ditaruh di atas piring tatakan salad dan garpu tersebut dalam posisi terbuka membentuk jam 7, kalau anda masih mau meneruskan makan salad, garpu diposisikan dalam keadaan terbuka membentuk jam 12 diatas tatakan salad
* Sebelum sampai pada hidangan utama, Anda akan dipersilakan menikmati sop. Untuk menyantapkan, gunakan sendok besar yang ada di sebelah kanan, dan jangan lupa untuk selalu menggunakan tangan kanan. Sendok utk menyendok sup mengarah keluar (menjauhi kita) dan melewati bibir mangkuk sup. ini dimaksudkan agar sup tidak tumpah berceceran, dan sup lah yg mendekati kita, bukan kita yg mendekati sup :D
* Tibalah saatnya menikmati makanan utama. Biasanya disajikan hidangan dari daging. Sebut saja misalnya steak. Untuk menyantap hidangan utama ini, Anda dianjurkan menggunakan garpu dan pisau besar. Bagaimana melakukannya? Pertama, potong-potong daging terlebih dahulu dengan posisi pisau di tangan kanan, dan garpu di tangan kiri. Di sini, garpu berfungsi untuk menekan makanan. Setelah daging terpotong-potong sesuai keinginan Anda, pindahkan posisi pisau ke tangan kiri dan garpu ke tangan kanan. Barulah, Anda menyantap hidangan utama dengan tangan kanan.
Kalau ada makanan pendamping seperti kentang dan sayuran. cukup menusuk dgn garpu atau dgn menyendoknya dgn garpu...
* Sebagai hidangan penutup, cocktail merupakan pilihan menu yang kerap dihidangkan. Nikmati cocktail menggunakan sendok kecil.
Setelah makan habis dimakan biasakan menaruh alat makan dgn posisi terbuka dan membentuk jam 7.. bukanya dgn posisi tertutup ya seperti yg biasa kita lakukan...:)
biasanya setelah dessert dihidangkan, pelayan akan meawarkan anda secangkir kopi atau teh... katakan "tidak, terimakasih" jika perut anda sudah tidak cukup utk menampung makanan... jika masih sanggup boleh minta... biasanya setelah pelayan menuangkan kopi mereka akan menawarkan susu... katakan iya bila anda menyukainya....
kalau anda pesan teh si pelayan akan menawarkan lemon...
(copy dari milis ttg table manner syariah)
Rabu, 26 Maret 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar